loader

Penelitian

Laporan Akhir Penyusunan Rencana Kebutuhan Alat Mesin Pertanian di Kabupaten Landak

Baca selengkapnya..

Size: 14,668.53 KB
2
82
Diposting Kamis, 7 Jul 2022

Substansi kajian berfokus pada pemaparan mengenai penyusunan rencana 

kebutuhan alat mesin pertanian di Kabupaten Landak. Penggunaan alat mesin 

pertanian (alsintan) pada saat ini sudah menjadi kebutuhan  pokok petani untuk 

mengelola usahataninya seperti mengolah tanah, tanam, panen dan pasca panen, 

mengingat tenaga kerja/buruh tani yang semakin sulit diperoleh dan mahal. Hal ini 

karena banyak tenaga kerja yang beralih profesi ke non pertanian yang menurut 

mereka lebih menjanjikan dibanding di sektor pertanian yang hanya pada musim-

musim tertentu saja. Sehingga pada gilirannya kesulitan mencari tenaga kerja untuk 

menggarap lahan sawahnya, mengakibatkan upah tenaga kerja menjadi mahal. 

Penghasil besar terbesar di Kabupaten Landak pada tahun 2021 ialah Kecamatan 

Sengah Temila, Kecamatan Mandor, Kecamatan Sompak, Kecamatan Menjalin, 

Kecamatan Mempawah Hulu, Kecamatan Sebangki, Kecamatan Banyuke Hulu, 

Kecamatan Ngabang dan Kecamatan Jelimpo. 

Penyusunan kebutuhan alat mesin pertanian ini diharapkan akan 

meningkatkan produksi, nilai tambah serta menekan susut hasil pertanian yang pada 

gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Penerapan alat mesin 

pertanian (alsintan) ini masih ditandai oleh beberapa kendala yaitu ketersediaan 

alsintan produksi maupun pasca panen yang belum mencukupi, penempatan dan 

pemanfaatan alsintan yang belum optimal, kemampuan petani yang masih terbatas  dalam penggunaan alsintan serta kemampuan ekonomi petani pengguna alsintan 

yang masih rendah, sedangkan harga alsintan pada umumnya masih belum 

terjangkau oleh para petani pengguna terutama untuk jenis produk impor. Oleh 

karena itu diperlukan peranan pemerintah yang bersinergi dengan instansi lainnya 

dalam rangka mewujudkan tercapainya kesejahteraan petani agar mampu 

mengembangkan teknologi mekanisasi khususnya pada wilayah                           

Kabupaten Landak sebagai daerah yang memiliki tingkat produksi subsektor 

tanaman pangan yang tinggi. Oleh karena itu, kajian “Penyusunan Rencana 

Kebutuhan Alat Mesin Pertanian di Kabupaten Landak” ini sangat diperlukan guna 

membantu memberikan data tervalidasi untuk pembangunan sektor pertanian di  

Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Literasi, Numerasi, dan Partisipasi Sekolah Siswa SD di Kabupaten Landak

Baca selengkapnya..

Size: 6,606.99 KB
0
84
Diposting Kamis, 7 Jul 2022

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi, numerasi dan partisipasi sekolah siswa SD. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptifkualitatif dengan melibatkan 847 siswa kelas VI SD dari 39 SD di Kabupaten Landak. Data dikumpulkan melalui angket, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi membaca, berhitung dan partisipasi sekolah adalah: 1) Motivasi belajar, 2) Kebiasaan literasi dan numerasi, 3) Peran orang tua, 4) Ketersediaan fasilitas membaca dan berhitung di sekolah dan di rumah, 5) Proses pembelajaran, dan 6) Lingkungan dan iklim belajar di sekolah. Sedangkan faktor yang mempengaruhi partisipasi sekolah siswa ke jenjang yang lebih tinggi adalah: 1) Motivasi dan kesadaran pendidikan siswa, 2) Dukungan orang tua, dan 3) Akses dan kualitas sekolah. Data juga menunjukkan bahwa beberapa faktor literasi-numerasi dengan nilai respon siswa kurang dari 70% meliputi kebiasaan literasi-numerasi, peran orang tua, dan iklim belajar. Sedangkan untuk APS, diperlukan perhatian khusus pada faktor akses dan kualitas sekolah. 

Laporan Akhir Penyusunan Rencana Strategis Kebutuhan Aksesibilitas Infrastruktur Pertanian Kabupaten Landak

Baca selengkapnya..

Size: 4,453.20 KB
0
75
Diposting Kamis, 7 Jul 2022

Substansi kajian berfokus pada pemaparan mengenai rencana dan 

penyusunan strategis kebutuhan aksesibilitas infrastruktur pertanian yang berada di 

Kabupaten Landak. Sektor pertanian sebagai salah satu sektor penopang dalam 

struktur perekonomian membutuhkan dorongan infrastruktur yang memadai. 

Ketersediaan dan aksesibilitas terhadap infrastruktur pertanian dapat menjadi salah 

satu pemicu kemajuan pada usaha tani, khususnya produktivitas hasil tani 

masyarakat. Infrastruktur pertanian tidak terbatas hanya pada sistem irigasi. 

Infrastruktur pertanian khususnya Jalan Usaha Tani juga termasuk dan ditunjang 

oleh tingkat aksesibilitas alat angkut hasil produksi tani ke pasar serta jalan yang 

menghubungkan lokasi pertanian menuju pasar. Luasnya lahan pertanian di 

Kabupaten Landak belum seutuhnya dapat terlingkupi dengan Jalan Usaha Tani 

yang memadai. Oleh karena itu dibutuhkan Rencana Strategis Kebutuhan 

Aksesibilitas Infrastruktur Jalan Usaha Tani Pertanian Di Kabupaten Landak.

Laporan Akhir Penyusunan Rencana Tata Kelola Jaringan Irigasi Pertanian Kabupaten Landak

Baca selengkapnya..

Size: 6,778.43 KB
0
84
Diposting Kamis, 7 Jul 2022

Substansi kajian berfokus pada pemaparan mengenai penyusunan rencana 

tata kelola jaringan irigasi pertanian di Kabupaten Landak. Seperti kita ketahui 

bahwa salah satu sektor penting dalam pembangunan perekonomian yaitu sektor 

pertanian mengingat fungsi dan perannya dalam penyediaan pangan bagi penduduk, 

pakan dan energi, serta tempat bergantungnya mata pencaharian penduduk di 

perdesaan. Sektor ini mempunyai sumbangan yang signifikan dalam pembentukan 

Produk Domestik Bruto (PDB), peningkatan devisa dan peningkatan kesejahteraan 

petani, sehingga pembangunan pertanian dapat dikatakan sebagai motor penggerak 

dan penyangga perekonomian nasional. Dalam rangka upaya khusus peningkatan 

produksi padi, salah satu program yang dilaksanakan yaitu Rencana Tata Kelola 

Jaringan Irigasi Pertanian di Kabupaten Landak yang merupakan faktor penting 

dalam proses usaha tani lokal. Pengelolaan jaringan irigasi sendiri meliputi berbagai 

kegiatan diantaranya operasi, pemeliharaan, dan rehabilitasi jaringan irigasi di 

lokasi pertanian yang menyesuaikan dengan kebutuhan petani lokal. Oleh karena 

hal tersebut, sistem irigasi ini hanya dapat bertahan satu musim dengan resiko roboh 

atau rusak karena luapan air sungai. Secara umum, sebagaimana disimpulkan oleh 

Bupati Kabupaten Landak bahwa sarana prasarana bidang pertanian di Kabupaten  Landak belum terpenuhi atau tidak berimbang terhadap luasnya wilayah pertanian 

dan petani di Kabupaten Landak. Sehingga, dibutuhkan rencana tata kelola jaringan 

irigasi pertanian di Kabupaten Landak untuk menghadirkan berbagai solusi bidang 

pertanian yang berkaitan dengan infrastruktur irigasi di wilayah ini.